..................................... The Other Side Of Me !




Muda, Kreatif, Pantang Menyerah !

   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

Iden Wildensyah

Buat Lencana Anda


"Sedikit ide yang kau tuang dalam karya, akan lebih berarti daripada seribu kata yang terucap"

Satu-satunya Alasan Mengapa Ada Waktu, Karena segala sesuatu tidak terjadi sekaligus (Albert Einstein)

.

Imajinasi lebih penting dari sekedar Ilmu Pengetahuan (Albert Einstein)

.

Bumi ini Cukup untuk semua orang tapi tidak Untuk Dua Orang Yang Serakah (Mahatma Gandhi)

.

Against Ignorance !!

.....

Satu Kali dalam Hidup Orang Harus Menentukan Sikap. Kalau Tidak, Dia Tidak Akan Menjadi Apa-Apa (Pramoedya Ananta Toer)

....

....

...

..

.

Hidup ini Sederhana, Tentukan Pilihanmu dan Jangan Menyesal!

Coba Mengumpulkan yang terserak ! karena Ide tak Cukup Sekedar di Obrolkan.

hmm

GALERI BUKU PENAKAYU

LINKS euy!

  • Google News
  • wildensyah
  • isolapos
  • bitra
  • pipitkecilku
  • perca
  • akulaila.com

    Beasiswa Indonesia Scholarships

    Scholarship Info Beasiswa

    BLOG juga hasil karya cipta. Menyalin, Mengcopy dan Menyebarluaskan harus mencantumkan penulis. PENAKAYU adalah BLOG milik Iden Wildensyah, Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, UNPAD. Pekerja Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan di Bandung.(email: wildensyah@yahoo.com)

    Let's Go Green Atuh, Euy!

    go green indonesia!


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



 
Nov 3, 2009
Dia
Dia yang tak kukenali
(sebuah cerita sangat pendek by Aku)

Aku mengirimkan surat ini untuk kamu, sebut saja Dia. Dia, sejak aku mengenalmu siang itu di sudut sebuah perpustakaan saat kamu bertanya tentang penelitian yang hendak kau lakukan. Tahukah kala itu aku tidak menyangka bahwa tatapan matamu menusuk jantungku. Tatapan yang membuat banyak interpretasi tetapi coba kunetralisir karena itu tatapan yang sengaja kita adukan agar kita tahu bagaimana jawaban yang jujur atas semua pertanyaan. Dia, ketika itu tidak banyak bertanya, justeru akulah yang bertanya tentang segala sesuatu. Termasuk juga buku yang hendak kamu ambil. Sebuah buku yang menurutku sudah sangat kuno, tetapi bagimu buku itu adalah buku modern yang pemikirannya melampaui zaman saat penulisnya menyusun kata demi kata hingga menjadi sebuah buku.

Dia saat itu terlihat begitu manis dengan baju berwarna putih berenda, kerudung putih dan celana hitam. Aku memandangi sekilas saja, karena fokus pembicaraan siang itu menarik untuk diungkapkan. Materi tentang kehidupan serta dunia yang menyelimutinya. Dinamika yang senantia merundung kehidupan agar manusia berpikir. Dan Dia, kamu hadir dalam hatiku siang itu. Ah.. Sudahlah Dia, kamu tak perlu berlama-lama singgah karena kamu hanya butuh bertanya, tidak butuh aku untuk menemanimu menulis.

Disudut perpustakaan itu perkenalan bermula, tak kusangka walau hanya sekejap tetapi kesan itu mendalam. Dia memandangi setiap rak buku yang ada didepannya. Dia tidak melihat katalog atau bertanya pada petugas, dia menjelajahi setiap jajar buku. Kulihat sebentar disela-sela membaca buku, Dia girang, sepertinya menemukan buku yang dicari. Dia mencari tempat yang nyaman untuk membaca. Dia menengok kearahku, disamping meja tempat dudukku ada sebuah kursi kosong, Dia duduk didekatku. Tidak berbicara, Dia hanya membaca begitu juga aku. Tak kupedulikan Dia berada disampingku. Aku acuh saja, meneruskan membaca sama seperti Dia belum datang bertanya tentang sebuah buku.

Dia begitu asik membaca lembar perlembar buku yang ditemukan disalahsatu jajar buku perpustakaan. Kadang menulis, kadang tersenyum.. Senyumnya yang manis. Kulirik sebentar dan kuteruskan membaca. Dia masih membaca, aku tak bertanya apapun begitu juga Dia. Sejenak Dia menghentikan bacaan, melemparkan tatapannya padaku. Tetap pada saat Dia melemparkan tatapannya, kita beradu pandang. Seperti ada yang dipikirkan, Dia berkerut dan bertanya tentang sesuatu. Kukatakan tidak tahu, kusuruh Dia meneruskan dulu membaca buku itu dan baru berdiskusi. Dia terlihat kecewa, tetapi dengan cepat mengalihkan perhatiannya pada buku yang kini ada dalam pegangannya.

Hampir 4 jam aku dan Dia berada ditempat yang sama, membisu dan tenggelam dalam buku masing-masing. Dia kulihat sejenak sedang membereskan buku catatannya. Dia beranjak pergi dengan sebuah senyuman dan kata pamitan.
Dia sudah pergi meninggalkan aku sendirian di sudut itu, Dia yang tak kukenal namanya kini tidak pernah muncul lagi diperpustakaan itu. Dia hanya satu kali saja bertemu aku disuatu siang menuju sore yang berkesan.

Dia, ini suratku untukmu jika tak sempat kau baca, simpan saja.. Aku tidak tahu kemana harus kukirimkan surat ini. Dia menghilang begitu saja, aku mengenalmu walaupun sebentar saja tetapi Dia, masih kubayangkan raut wajahmu, senyum manismu. Dia adalah aku.
Posted at 09:18 am by penakayu

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home